Ratusan Masa Seruduk Kantor DPRD Mempawah, Darwis : Seharusnya Mereka Bicara Berdasarkan Fakta dan Data

707

MITRAKITANEWS.COM , MEMPAWAH – Ratusan masyarakat yang menyebut dirinya LSM Mempawah Berani melakukan unjuk rasa ke gedung DPRD Kabupaten Mempawah pada hari selasa (21/01/2020).

Sejumlah masyarakat yang melakukan unjukrasa tersebut menyampaikan aspirasi tentang pembahasan RAPBD Kabupaten Mempawah.

Situasi sempat memanas namun tetap kondusif dibawah pengamanan Polres Mempawah.

Selaku ketua LSM Mempawah Berani, Maman Suratman menyampaikan dalam orasinya agar anggota DPRD Mempawah tidak membuat berita hoax.

“Kami minta oknum Anggota DPRD Mempawah tidak menyimpan dendam politik akibat tidak mendapatkan jabatan strategis di DPRD Mempawah hingga melakukan manuver politik yang merugikan daerah dan masyarakat, dan Kami juga mengingatkan Anggota DPRD Mempawah agar tidak membuat berita hoax di media massa dengan maksud menyerang kehormatan dan kepribadian keluarga orang lain,” . Ujarnya

Tak ingin suasana semakin memanas, pihak DPRD Kabupaten Mempawah mengarahkan perwakilan dari peserta aksi untuk melakukan diskusi diruang rapat Gedung DPRD Mempawah.

Selanjutnya pihak DPRD Kabupaten Mempawah dan perwakilan LSM Mempawah berani melakukan diskusi yang berlangsung kurang lebih 1 jam.

Alhasil salah satu perwakilan dari peserta aksi mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki data, informasi yang didapat hanya melalui media.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Darwis, SH.MH saat di wawancara seraya menunjukan berkas RAPBD

Menanggapi penyampaian tersebut, Darwis,SH.MH, selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Mempawah mengatakan bahwa ada beberapa hal yang mungkin tidak dipahami oleh peserta aksi.

“Kita sudah menyiapkan tempat untuk diskusi dari kemaren namun setelah diskusi mungkin ada beberapa hal yang tidak dipahami oleh kawan-kawan dan mungkin data nya juga tidak vailid sehingga terjadi mispersepsi terhadap persoalan,” jelasnya

Selain itu wakil ketua DPRD Kabupaten Mempawah tersebut juga mengatakan bahwa ada beberapa data yang disampaikan tidak tercomform.

“Ada beberapa data yang disampaikan ternyata tidak tercomform , salah satunya tadi dikatakan ada keputusan Gubernur segala macam, kami saja tidak pernah dapat keputusan Gubernur terhadap itu , makanya pada saat diskusi kita minta jelaskan keputusan Gubernur yang seperti apa juga tidak bisa dia sampaikan, terhadap kerugian-kerugian juga dia hanya melihat dari pemberitaan , seharusnya mereka punya data untuk itu,” pungkasnya.

Tak hanya itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah juga menambahkan bahwa dirinya juga bingung sebenarnya apa tuntutan dari LSM Mempawah Berani.

“Saya liat tidak ada tuntutan, saya bingung dan menunggu juga sebenarnya apasih tuntutannya , ternyata ndak ada juga, kalau saya melihatnya mungkin lebih kepada minta penjelasan terhadap mekanisme itu, sebagai lembaga swadaya, dengan perkada ini yang mereka katakan merugi harusnya di ptun kan saja itu karna tidak ada lagi upaya lain , didorong pun dewan sampai mati-matian , tetap dewan tidak berhak membatalkan perkada,”. Terangnya

Diakhir wawancara Darwis menambahkan.
“Kami juga bingung, disatu sisi mereka mengatakan bahwa dengan perkada ini maka rakyat dirugikan sampai 300 milyar tetapi yang digugat bukan yang membuat perkada itu, kan yang harusnya digugat Bupati, kalau perda ok , kami saja dewan tidak bisa membatalkan perkada itu , berkaitan dengan proses ya itu proses, kalau mau diskusi terhadap itu juga mereka tadi tidak mau berdiskusi berkaitan proses,”. Ungkap Darwis   (Hen)

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...