Satgas Tegaskan COVID-19 Nyata, Bukan Rekayasa

89

MITRAKITANEWS.COM, Jakarta, – Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menegaskan, bahwa COVID-19 nyata, bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama- sama bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hal ini.

“Dalam kesempatan ini pun saya mengajak seluruh pihak terutama tokoh- tokoh non formal di daerah, tokoh- tokoh yang punya pengaruh langsung kepada masyarakat mohon bisa menyampaikan kembali bahwa COVID-19 ini nyata. COVID-19 ini bukan rekayasa. COVID ini bukan konspirasi,” kata Doni dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/1/2021).
Baca Juga :
Mendagri Keluarkan Instruksi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan

Doni menjelaskan, COVID-19 telah menimbulkan korban jiwa di seluruh dunia. Hampir 2 juta orang meninggal dunia. Di Tanah Air kita sendiri korban yang telah meninggal dunia telah mencapai lebih dari 23.296 orang. “Suatu angka yang besar sekali,” jelas dia.

Doni memastikan, semakin hari mereka yang terpapar COVID-19 semakin dekat dengan kita. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya. Termasuk nanti setelah ada ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat yang mengacu pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini sesuai dengan UU kekarantinaan Nomor 6 tahun 2018 yang diikuti juga oleh Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020. “Maka ketika nanti kita semua berada di rumah, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

loading...

Terutama bagi anggota keluarga yang sering melakukan aktifitas di luar rumah, yang sangat mungkin berpotensi telah terpapar COVID-19. Hal terpenting adalah tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Jadi walaupun di rumah harus tetap mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap agar semua pihak bisa saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kita perlu ada yang berani mengingatkan orang- orang di sekitar kita, tanpa kecuali. Siapapun juga harus diingatkan,” tegas Doni.

Ia juga mengajak seluruh pemimpin di pusat dan daerah untuk bisa menjadi tauladan dan contoh terhadap masyarakat.
Baca Juga :
Rahmat Hidayat: 3 Warga Asahan Hari Ini Terpapar Covid-19

“Harus bisa menunjukan pada diri sendiri, lingkungan dan masyarakat bahwa kita semua sama. Jadi tidak ada perbedaan antara pejabat dan non pejabat, karena kalau ada perbedaan maka tingkat kepatuhan masyarakat pun pasti akan mengalami penurunan,” sebutnya.

Kendati Pemerintah telah menyediakan vaksin, tegas Doni, vaksin harus tetap diikuti dan didampingi dengan penerapan protokol kesehatan. (Red/*)

Komentar
Sedang memuat...