Sejumlah Aparat Kepolisian Larang Wartawan Liput Penangkapan Seorang Pengunjuk Rasa

4.921

MITRAKITANEWS.COM, Ternate – Sejumlah aparat kepolisian yang berjaga saat aksi demonstrasi di depan kantor Wali Kota Ternate melarang wartawan yang sedang bertugas untuk meliput penangkapan salah satu massa aksi tolak Omnibus Law, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga :
Paguyuban Merah Putih Gelar Silaturahmi Kebudayaan

Gubernur Sumut Kukuhkan 29 TPAKD Kabupaten/Kota

Amatan MitrakitaNEWS, sempat terjadi adu mulut hingga kontak fisik karena adanya saling dorong antara sejumlah wartawan dengan aparat kepolisian yang berjaga di ruangan lantai 2 kantor Wali Kota Ternate, tempat mengamankan satu orang massa aksi yang ditangkap.

Kejadian berawal ketika wartawan sedang melakukan tugas jurnalistiknya meliput aksi unjuk rasa dengan mengambil gambar dan video. Kemudian, salah satu massa aksi ditangkap dan diamankan polisi. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke lantai 2 kantor Wali Kota Ternate oleh aparat kepolisian. Wartawan yang melihat kejadian tersebut juga ikut ke lantai 2 untuk kepentingan mengambil dokumentasi. Akan tetapi, aktivitas jurnalistik yang dilakukan sejumlah wartawan ini dilarang oleh polisi dan polwan yang berjaga dengan alasan tidak boleh mengambil gambar maupun video, dan mengusir wartawan dari lokasi.

Baca Juga :
Operasi Yustisi Prokes, Pemko Tanjungbalai Bersama TNI/POLRI Temukan 153 Pelanggar

Polri : Anggota KAMI Medan Serukan Rusuh ’98’ Saat Unjuk rasa Tolak Omnibus Law

Tidak mau bermasalah, para awak media akhirnya turun dari tangga. Saat di tangga, tiba-tiba beberapa polisi mendorong wartawan yang notabene sedang melakukan pekerjaan dan menggunakan ID Card atau tanda pengenal wartawan.

Dalam insiden itu, juga ada jurnalis wanita dari halmaherapost.com bernama Yunita Kadir. Namun polisi tetap mendorong wartawan hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga tarik menarik dan saling dorong.

Padahal, Yunita saat itu sudah berteriak dan mengatakan bahwa ada wartawan perempuan. Hal tersebut tidak diindahkan polisi dan alhasil salah satu polisi yang mendorong mengenai lengan dan bagian dada wartawati tersebut.

Baca Juga :
Poster Bertuliskan “DPR = UCOK ” Dibentang Pengunjuk Rasa di DPRD Asahan

SOKSI Pendiri Golkar Berkomitmen Dukung Pasangan Surya-Taufik

Bahkan, salah satu oknum polisi berteriak kepada wartawan dengan mengatakan kalian punya UU apa?. “Ngoni pe undang-undang apa,” teriaknya kepada sejumlah wartawan.

Dengan kejadian ini, para wartawan sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang dinilai telah menghalangi tugas jurnalis dan bertentangan dengan UU Nomor 40 Tentang Pers. (Sukur Lukman)

Baca Juga :
Polwan Polresta Ternate Beri Pertolongan Mahasiswi Pingsan di Unras Omnibus Law

Aksi Tolak UU Cipta Kerja Di Depan Kantor DPRD Kota Ternate Ricuh, 2 Mahasiswa Pingsan, 1 Jurnalis Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!