Teror, Begini Larangannya Dalam Islam

615

Oleh : Khairul Anwar Saragi, S.H.I

Terjadi ledakan keras di Poltabes Medan berasal dari bom yang diduga diledakkan oleh pelaku bunuh diri, Rabu (13/11/2019). Belum diketahui motif dari kejadian tersebut, tetapi dapat dirasakan bahwa kejadian itu menimbulkan rasa cemas dan khawatir terhadap keamanan.

Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap prilaku teror?

Teror Adalah Perbuatan Yang Diharamkan

Teror ialah usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan (KBBI). jadi kata ini memiliki bermakna menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat dan menyebabkan mereka kehilangan rasa aman yang merupakan nimat Allah terbesar untuk makhluknya.

Perbuatan teror dapat menghilangkan rasa aman dari masyarakat umum. Islam memandang bahwa perampasan rasa aman dari masyarakat adalah bagian dari kejahatan besar, yang karenanya diancam siksaan. Tidak dibenarkan semua tindakan menakuti orang lain dengan cara apapun dan sekecil apapun, bahkan tindakan tersebut termasuk perbuatan dosa yang diharamkan oleh Allah Swt. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dibolehkan bagi seseorang untuk menakuti seorang muslim.”

Hadis ini memiliki asbab wurud, diriwayatkan oleh al-Nukman ibn Basyir r.a. : Kami bersama dengan Rasulullah SAW. dalam sebuah perjalanan. Ada yang mengantuk di atas untanya. Lalu seseorang mengambil anak panah dari selubungnya untuk bergurau.

Maka, penunggang unta itu terkejut dan terbangun. melihat hal tersebut maka Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dibolehkan bagi seseorang untuk menkuti seorang muslim.”

Meskipun tindakan menakuti dan membuat kaget ini dalam rangka kelakar dan bercanda dan meskipun tidak menimbulkan luka, tetapi hal tersebut memunculkan cemas dan kaget. Oleh sebab itu Rasulullah mengharamkan perbuatan tersebut.

Jika yang berbentuk candaan dan gurauan yang tidak menimbulkan luka saja dilarang, maka prilaku teror yang mengancam masyarakat seperti pemboman, perampokan, perampasan harta, penumpahan darah adalah kejahatan besar.

Al-Qur’an mencela kejahatan besar ini dan menetapkannya seperti memerangi Allah dan Rasulnya, sebagai hukuman atasnya ditetapkan had yang keras untuk mencegah pelakunya melakukan kejahatannya dan memberikan pelajaran kepada orang lain untuk agar tidak melakukannya.

Dalam surah Al-Maidah Allah Swt berfirman, “Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasulnya dan membuat kerusakan dibumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar. Kecuali orang-rang yang bertaubat sebelum kamu dapat menguasai mereka; maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha penyayang” (QS al-Maidah: 33-34).

Islam menetapkan hukuman yang keras karena besarnya bahaya kejahatan teror bagi keamanan masyarakat. karena tanpa keamanan, kehidupan suatau negeri tidaklah dapat menjadi stabil dan baik.

“Artikel ini merupakan tulisan pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi MitrakitaNEWS. Segala tanggungjawab isi tulisan, merupakan tanggungjawab penulis”

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...

Teror, Begini Larangannya Dalam Islam