Vaksinasi Covid-19 Di Sumut Direncanakan mulai 14 Januari 2021

75

MITRAKITANEWS.COM, Medan – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan melakukan vaksinasi Covid-19 mulai 14 Januari 2021. Untuk di awal, vaksinasi akan di prioritas kepada para tenaga kesehatan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan, sebanyak 40.000 dosis vaksin sudah masuk Sumut, dan direncanakan vaksin tersebut di berikan untuk 72.461 tenaga kesehatan.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Gubernur siap divaksin pertama. Namun hingga saat ini, Gubernur masih menunggu izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Saya berharap tidak ada penolakan, karena ini untuk keselamatan semua pihak, pelaksanaan vaksinasi juga sudah dipastikan aman,” ucap Edy Rahmayadi usai mengikuti rapat penanganan Covid-19 dengan Presiden Joko Widodo secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Rabu, (6/1).

Dalam virtual ini, Gubernur melaporkan Kepada Presiden bahwa kondisi penanganan Covid-19 di Sumut hingga 5 Januari 2021 kasus aktif mencapai 2.064, kasus Sembuh 15.836 atau 85,2 %. Sedangkan angka kesembuhan Sumut berada di atas rata-rata nasional yakni 83 %. Sementara itu total kasus konfirmasi mencapai 18.586.

“Kami berharap ini segera membaik, sedapat mungkin kami akan berbuat yang terbaik,” ujar Gubernur.

loading...

Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit menyampaikan, sampai saat ini sudah ada 1.500 tenaga yang siap bertugas untuk membantu pelaksanaan vaksinasi.

“Kami akan melatih 1.000 orang lagi untuk tenaga vaksinasi, persiapan untuk vaksinasi, Alhamdulillah, tidak ada masalah,” sebut Alwi.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan jumlah total vaksin hingga Januari sebesar 5.800.000 vaksin, Februari diharapkan 10.450.000, Maret berjumlah 13.300.000 vaksin harus terdistribusi dan bisa dilaksanakan vaksinasi di daerah.

“Saya minta kesiapan kita dalam rangka vaksinasi agar dicek dan dikontrol para Gubernur,” ujar Presiden.

Presiden juga mengharapkan yang pertama mengawali vaksinasi di tingkat provinsi adalah gubernur. Masyarakat juga diharapkan diberi pemahaman penuh mengenai vaksinasi.

“Kepala daerah saya harap terus menggencarkan 3T yaitu test, tracing dan treatment, hal ini perlu dilakukan lantaran berdasarkan survei, motivasi masyarakat yang menjalankan protokol kesehatan masyarakat cenderung berkurang,” ujar presiden. (Syahmi).

Berita Terkait
Komentar
Sedang memuat...
error: Content is protected !!